6 Alasan dangdut diulas khusus majalah bergengsi dunia The Economist

6 Alasan dangdut diulas khusus majalah bergengsi dunia The Economist

6 Alasan dangdut diulas khusus majalah bergengsi dunia The Economist

sleepless-berlin.com - Jodoh Dunia Akhirat, Sekuntum Mawar Merah, Alamat Palsu dan Sayang merupakan sebagian dari judul lagu dangdut yang sudah tak asing di telinga. Genre musik yang satu ini memang diidentikan dengan orang Indonesia, meskipun tidak semua orang Indonesia menyukai genre musik yang khas dengan suara pukulan gendang ini. Sebagian orang justru ada yang malu-malu menikmati musik dangdut karena masih ada yang memandang dangdut sebagai musik kalangan orang kelas menengah ke bawah.

Musik dangdut sendiri merupakan salah satu genre musik populer tradisional Indonesia yang memiliki tiga unsur utama yaitu India, Melayu dan Arab. Berdasarkan sejarahnya, dangdut sangat dipengaruhi dari musik-musik India klasik dan Bollywood.

Penyebutan istilah dangdut sendiri berasal dari suara permainan alat musik India, tabla. Seiring berkembangnya zaman, kini dangdut sudah memiliki berbagai subgenre seperti, dangdut house, rock-dut, pop-dangdut dan subgenre dangdut koplo yang tengah naik daun.

Ketenaran lagu dan penyanyi dangdut serta kebudayaanya di Indonesia ternyata begitu menarik perhatian. Khususnya bagi salah satu majalah bergengsi di dunia, The Economist. Majalah yang berbasis di London dan biasanya menargetkan pasar bagi kelas atas ini mengulas dangdut khas Indonesia. Artikel berjudul "To Muslim zealots dismay, Indonesians love raunchy dangdut music" itu terbit pada 1 Februari lalu.

Mau tahu alasan kenapa dangdut diulas secara khusus oleh majalah The Economist? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

1. Budaya sawer ke penyayi dangdut.

foto: vidioviral.com

Masih sering terlihat dibeberapa daerah di Indonesia acara musik dangdut selalu dibarengi dengan aksi penonton menyawer atau memberikan sejumlah uang oleh penonton ke penyanyi dangdut di atas panggung. Menurut penjelasannya hal ini tak berbeda jauh dengan budaya di Barat yang juga memberi uang kepada penari striptis.

2. Penampilan penyanyi dangdut.

foto: kapanlagi.com

Meskipun Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya adalah kaum muslim, namun nyatanya tak jarang ditemukan para penyanyi dangdut yang mengenakan baju ketat dan serba mini. Tak bisa dipungkiri juga bahwa sebagian orang menikmati musik dangdut bukan karena musiknya melainkan penampilan sang penyanyi dangdut yang seksi.

3. Goyangan dangdut.

foto: kapanlagi.com

Alasan lainnya adalah karena goyangan para penyanyi dangdut yang khas dan beragam. Seperti sudah diketahui bersama, dulu ketika penyanyi dangdut Inul Daratista memulai kariernya ia terkenal akan goyangan ngebor yang menuai kpntroversi. Bahkan sebelum terjadi peristiwa penyanyi dangdut yang terbunuh karena ular di tahun 2016, dulu banyak penyanyi dangdut yang menggunakan ular sebagai bagian dari properti goyangan mereka.

4. Dangdut sebagai musik favorit orang Indonesia.

foto: militan.co.id

Pada artikel yang diterbitkan majalah The Economist dalam bentuk digital, menyebutkan bahwa berdasarkan sebuah jajak pendapat sebanyak 58% orang Indonesia menyatakan bahwa musik dangdut adalah musik favorit mereka dan 31% lainnya memilih musik pop sebagai musik favorit.

5. Dangdut untuk menarik simpatisan.

foto: susindra.com

Musik dangdut yang terkenal sebagai musik yang merakyat, membuatnya sering dijadikan sebagai salah satu alat kampanye ketika musim pemilihan kepala daerah tiba. Sudah banyak deretan penyanyi dangdut yang diminta untuk menjadi bintang tamu dan memeriahkan acara kampanye suatu partai.

6. Kontes pencarian penyanyi dangdut di televisi.

foto: Instagram/@dangdut_academy_asia_3

Alasan terakhir adalah karena belakangan ini banyak terdapat ajang pencarian penyanyi dangdut yang diselenggarakan stasiun tv swasta di Indonesia sehingga menjadi suatu fenomena tersendiri. Dengan adanya kontes ini stigma-stigma negatif yang melekat pada musik dangdut mulai memudar. Pasalnya dalam ajang pencarian bakat ini musik dangdut diberi fasilitas memadai, seperti panggung dan iringan musik yang megah, para kontestan didandani dan mengenakan baju yang mewah serta santun.